Bukan di Darat, Ilmuwan Temukan Spesies ‘T. rex’ Baru yang Jadi Penguasa Lautan Purba

Ilmuwan mengonfirmasi penemuan spesies Mosasaurus baru bernama Tylosaurus rex (T. rex). Monster laut sepanjang bus tur yang hobi bertarung sesama jenis.

Selama ini, nama “T. rex” atau Tyrannosaurus rex selalu diidentikkan dengan dinosaurus predator raksasa yang mengerikan di daratan. Namun, sebuah studi terbaru yang diterbitkan pada Kamis (21/5) di jurnal Bulletin of the American Museum of Natural History membalikkan persepsi tersebut dengan memperkenalkan “T. rex” baru yang tidak berburu di darat, melainkan merajai lautan kuno.

Para ilmuwan berhasil mengidentifikasi spesies baru dari kelompok Mosasaurus—reptil laut raksasa yang hidup berdampingan dengan dinosaurus pada Periode Kapur (Cretaceous) sekitar 145 hingga 66 juta tahun lalu. Spesies baru ini masuk ke dalam genus Tylosaurus, namun diberi nama spesies resmi: Tylosaurus rex (atau disingkat T. rex). Nama ini memiliki arti harfiah “Raja dari para Tylosaurus”.

Monster Laut Seukuran Bus Tur yang Gemar Baku Hantam

Berdasarkan rekonstruksi fosil berusia 80 juta tahun yang mayoritas ditemukan di wilayah utara Texas puluhan tahun lalu, Tylosaurus rex memiliki karakteristik fisik yang sangat mengerikan:

  • Ukuran Tubuh: Mencapai panjang hingga 13 meter (43 kaki), atau setara dengan panjang bus pariwisata. Ukuran ini 4 meter lebih panjang dari kerabat dekatnya, Tylosaurus proriger.

  • Persenjataan: Memiliki gigi-gigi bergerigi halus yang sangat tajam serta otot rahang dan leher yang luar biasa kuat untuk mencabik mangsa.

  • Perilaku Agresif: Pada fosil-fosil yang ditemukan, terdapat bukti kuat adanya cedera akibat pertempuran brutal sesama spesies (violent combat).

“Semua hal berukuran lebih besar di Texas, dan tampaknya itu juga berlaku bagi para Mosasaurus,” ujar Amelia Zietlow, ketua penulis studi sekaligus peneliti paleontologi di American Museum of Natural History, New York.

Salah satu fosil ikonik yang kini diklasifikasikan sebagai Tylosaurus rex adalah spesimen bernama “Black Knight” di Perot Museum of Nature and Science, Dallas. Fosil tersebut kehilangan ujung moncongnya dan mengalami patah rahang bawah yang parah. Para peneliti meyakini kerusakan ini terjadi akibat hantaman dari individu T. rex lautan lainnya dalam pertarungan wilayah atau perebutan pasangan.

Terungkap Setelah Salah Identifikasi Selama 45 Tahun

Penemuan spesies baru ini berawal dari kejelian Zietlow saat memeriksa koleksi museum. Sebuah fosil raksasa yang ditemukan tahun 1979 di dekat waduk buatan di luar kota Dallas selama puluhan tahun diberi label sebagai Tylosaurus proriger.

Namun, setelah membandingkannya dengan fosil acuan asli T. proriger di Universitas Harvard, tim peneliti menemukan perbedaan anatomi yang signifikan, termasuk keberadaan gigi bergerigi yang tidak dimiliki oleh T. proriger. Setelah ditelusuri, terdapat lebih dari selusin fosil di berbagai lembaga lain yang selama ini “salah nama” dan kini resmi dipindahkan statusnya menjadi spesies Tylosaurus rex.

Pada masa hidupnya 80 juta tahun lalu, wilayah Texas merupakan bagian dari Western Interior Seaway, sebuah jalur laut purba raksasa yang membentang luas dari Teluk Meksiko hingga ke wilayah Arktik.

Analisis: Mengapa Penemuan Ini Menarik?

Bagi masyarakat dan pencinta sains di Indonesia, penemuan Tylosaurus rex lautan ini membawa perspektif menarik yang sangat relevan dengan kondisi geografis kita:

1. Indonesia sebagai ‘Surga’ Potensial Fosil Reptil Laut

Sebagai negara kepulauan yang sebagian besar wilayah daratannya saat ini dulunya merupakan dasar laut purba pada masa Mesozoikum, Indonesia memiliki potensi geologi yang serupa. Penemuan T. rex lautan ini menjadi pengingat bahwa lautan purba bumi dihuni oleh monster-monster dengan tingkat rantai makanan yang sangat ekstrem. Di Indonesia sendiri, fosil reptil laut purba seperti Ichthyosaurus pernah ditemukan di wilayah Pulau Seram, Maluku. Penemuan global seperti ini memicu semangat bahwa di dalam perut bumi Indonesia, masih banyak “raksasa laut” yang menunggu untuk ditemukan.

2. Meluruskan Salah Kaprah ‘Dinosaurus Laut’ Artikel ini sangat edukatif untuk meluruskan miskonsepsi yang sering terjadi di tengah masyarakat Indonesia. Banyak orang awam mengira semua makhluk raksasa purba adalah dinosaurus. Secara ilmiah, Mosasaurus (termasuk Tylosaurus rex) adalah kelompok reptil laut purba, bukan dinosaurus. Mereka lebih dekat kekerabatannya dengan komodo atau kadal modern dibandingkan dengan Tyrannosaurus rex darat.

3. Pentingnya ‘Audit’ Ulang Museum Nasional

Kasus salah identifikasi fosil Tylosaurus rex yang baru terungkap setelah 45 tahun tersimpan di museum menjadi pelajaran berharga bagi dunia permuseuman dan akademisi di Indonesia. Hal ini menunjukkan bahwa koleksi fosil yang sudah dipajang puluhan tahun di museum-museum Indonesia (seperti Museum Geologi Bandung atau Museum Sangiran) sangat perlu diteliti ulang menggunakan teknologi dan dataset modern. Bisa jadi, ada spesies purba endemik baru asli Indonesia yang saat ini sedang “salah nama” di dalam etalase kaca museum kita.  Source

Recent Articles

spot_img

Related Stories

Leave A Reply

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay on op - Ge the daily news in your inbox