Dobrak Pasar Gadget, XREAL Luncurkan Kacamata AR Murah ‘xbx a01’ Seharga USD 299

XREAL resmi meluncurkan sub-brand xbx dan merilis kacamata AR ringan a01 seharga USD 299. Layar virtual 147 inci kini bisa dibawa di dalam saku!

Perusahaan teknologi augmented reality terkemuka, XREAL, akhirnya mengambil langkah berani untuk membuat kacamata AR menjadi perangkat yang tidak lagi terasa mengintimidasi dan mahal bagi konsumen awam. XREAL resmi mengumumkan kehadiran sub-brand baru bernama X By XREAL (atau disingkat xbx) yang diposisikan sebagai lini produk ramah kantong bagi mereka yang mendambakan pengalaman menonton layar besar portabel tanpa harus merogoh kocek dalam untuk perangkat premium.

Sebagai pembuka ombak, produk pertama yang diperkenalkan dari lini ini adalah xbx a01. Kacamata AR berbobot super ringan ini sudah resmi dipasarkan di China, sementara peluncuran untuk pasar Amerika Serikat (AS) dijadwalkan menyusul pada Juli 2026 mendatang dengan label harga kompetitif, mulai dari USD 299 (atau sekitar Rp4,8 jutaan).

Menjadi “iPhone SE” di Dunia Kacamata AR

Sektor harga menjadi salah satu daya tarik paling memikat dari xbx a01. Dalam pengumuman resminya, XREAL menganalogikan posisi kacamata ini layaknya “iPhone SE” di ekosistem Apple, atau bahkan menyebutnya sebagai “MacBook Neo untuk kategori AR”. Produk ini murni diciptakan sebagai gerbang masuk yang inklusif dan mudah dijangkau bagi konsumen yang ingin mencicipi dunia augmented reality.

Meskipun menyandang status ramah kantong, spesifikasi yang ditawarkan xbx a01 sama sekali tidak bisa diremehkan. Kacamata ini hanya berbobot 62 gram, menjadikannya sebagai bingkai (frame) paling ringan di kategori kelasnya saat ini.

Untuk sektor visual, xbx a01 dibekali teknologi layar super terang HDR10 dengan tingkat kecerahan mencapai 1600 nits serta mendukung 14 tingkat penyesuaian kecerahan. Layarnya menggunakan panel dual-layer MicroOLED yang diperkuat cip peningkatan citra (image enhancement chip) khusus.

Spesifikasi layar ini mampu menghasilkan 1,07 miliar warna dan mendukung konversi real-time berbasis AI dari kualitas SDR ke HDR. Dengan sudut pandang (field of view) sebesar 50 derajat, XREAL mengklaim pengguna akan merasakan sensasi menonton layar virtual raksasa setara 147 inci dari jarak empat meter.

Desain Transparan Berkarakter dengan Sedikit Kompromi

XREAL juga mendobrak desain kaku kacamata AR konvensional yang biasanya didominasi warna hitam monoton dengan juntaian kabel yang mengganggu. Lini a01 tampil penuh estetika dengan bodi semi-transparan kekinian. Menariknya, bagian bingkai depan (front frame) kacamata ini dapat dibongkar pasang dan diganti sesuai dengan selera fesyen pengguna. XREAL bahkan membebaskan para kreator atau pehobi teknologi untuk memproduksi aksesori bingkai depan mereka sendiri menggunakan cetakan 3D printer.

Namun, demi menekan harga agar tetap berada di angka USD 299, XREAL tentu harus melakukan beberapa kompromi taktis. Kacamata xbx a01 tidak dilengkapi dengan sistem pelacakan ruang berbasis kamera atau 3DoF (Three Degrees of Freedom) tracking.

Sebagai gantinya, XREAL menyematkan fitur stabilitas berbasis perangkat lunak (software-driven stabilization). Melalui algoritma spasial anti-guncang (spatial anti-shake), gambar di dalam kacamata dipastikan akan tetap kokoh dan stabil saat digunakan di dalam kendaraan yang bergerak cepat, seperti kereta cepat, pesawat, atau transportasi umum, tanpa membuat mata pengguna pusing atau warna gambar menjadi pudar.

Perangkat ini memang bukan dirancang sebagai pesaing langsung perangkat spasial premium seperti Apple Vision Pro. Namun, dengan harga Rp4 jutaan, xbx a01 sukses memposisikan diri sebagai sebuah “bioskop saku” (pocket cinema) terbaik yang bisa dihubungkan langsung ke berbagai perangkat harian seperti smartphone, konsol genggam (seperti Steam Deck atau ASUS ROG Ally), laptop, maupun teman setia saat bepergian jauh.

Analisis: Era Baru “Layar Bioskop Saku” yang Siap Booming

Kehadiran lini xbx a01 dari XREAL ini membawa angin segar yang diproyeksikan akan sangat diminati oleh pasar teknologi di Indonesia karena beberapa alasan strategis berikut:

1. Harga yang Masuk Akal bagi “Early Adopter” di Indonesia

Selama ini, impian masyarakat Indonesia untuk mencicipi kacamata AR atau VR premium selalu terbentur masalah harga. Perangkat seperti Apple Vision Pro atau kacamata AR premium lainnya dibanderol dengan harga puluhan juta rupiah, menjadikannya komoditas mewah yang hanya bisa dijangkau segelintir orang. Dengan harga di kisaran Rp4,8 juta (sebelum pajak masuk Indonesia), xbx a01 berada di titik harga psikologis yang sangat manis—setara dengan harga smartphone kelas menengah (mid-range) di Indonesia. Ini akan memicu gelombang adopsi massal di kalangan anak muda dan pencinta gadget lokal yang ingin merasakan teknologi masa depan tanpa menguras tabungan.

2. Solusi Hiburan Komuter Jarak Jauh (Kereta Cepat & Transjakarta)

Masyarakat di kota-kota besar Indonesia, khususnya di kawasan Jabodetabek, menghabiskan banyak waktu di perjalanan (komuter). Kehadiran fitur algoritma anti-guncang pada xbx a01 menjadi nilai jual yang sangat relevan. Pengguna Kereta Cepat Whoosh, LRT, maupun bus Transjakarta kini bisa menikmati konten Netflix, YouTube, atau bermain game dengan layar virtual 147 inci secara privat di tengah keramaian transportasi umum tanpa perlu khawatir pusing akibat guncangan kendaraan. Ini mengubah paradigma hiburan portabel yang awalnya hanya terpaku pada layar kecil smartphone.

3. Tren Kustomisasi dan Kreativitas Komunitas 3D Printing Lokal

Keputusan XREAL mengizinkan pengguna mencetak sendiri bingkai depan kacamata menggunakan teknologi 3D printing akan sangat menarik bagi komunitas kreatif di Indonesia. Industri kreatif dan pehobi cetak 3D di tanah air belakangan ini berkembang sangat pesat. Terbukanya akses kustomisasi ini membuka peluang bisnis baru bagi kreator lokal untuk menjual berbagai desain bingkai kacamata AR kustom bertema lokal (misalnya motif batik, pop-culture, atau anime) di platform e-commerce Indonesia. Gadget ini tidak hanya berfungsi sebagai alat elektronik, tetapi juga bertransformasi menjadi bagian dari tren fesyen harian (streetwear). Source

Recent Articles

spot_img

Related Stories

Leave A Reply

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay on op - Ge the daily news in your inbox