Inovasi Baru Sains, Ilmuwan Berhasil Transmisikan Aroma Kopi hingga Parfum Melalui Internet Berbasis AI

Para peneliti mengembangkan Scentronic, sistem AI yang mampu mendeteksi, mentransmisikan data, dan mereplikasi aroma secara digital melalui internet.

Membayangkan menghirup aroma kopi yang baru diseduh saat panggilan video atau mencium wangi parfum sebelum membelinya secara daring kini bukan lagi sebatas cerita fiksi ilmiah. Para peneliti dari Ohio State University dan Zhejiang Laboratory di Tiongkok berhasil mengembangkan sistem bernama Scentronic, teknologi berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) yang mampu mendeteksi, mentransmisikan data aroma melalui internet, serta mereplikasinya secara jarak jauh.

Sistem Scentronic menggunakan hidung elektronik dan atomizer mikro untuk mereplikasi aroma secara digital., AI generatedSistem Scentronic menggunakan hidung elektronik dan atomizer mikro untuk mereplikasi aroma secara digital
  • Sumber Asal Gambar: Berasal dari publikasi inovasi perangkat wearable aroma digital di Shattered (shattered.io).

1. Cara Kerja Pengiriman Aroma Digital Melalui Internet

  • Pengdeteksian Hidung Elektronik (E-Nose): Scentronic menggunakan enam sensor gas untuk menganalisis dan mendeteksi senyawa kimia dari suatu aroma.

  • Klasifikasi AI dan Transmisi Data: Algoritma AI mengidentifikasi jenis bau tersebut dan mengirimkan data digital terkait melalui jaringan internet ke perangkat penerima.

  • Replikasi Aroma Local: Perangkat penerima kemudian mereplikasi aroma tersebut menggunakan cairan beraroma dan pemancar atomisasi mikro (atomizers) yang menyemprotkan partikel halus ke udara. Sistem ini tidak mengirim molekul fisik, melainkan kode data yang mengaktifkan bahan baku pada perangkat penerima.

2. Pengujian Protokol dan Aplikasi Dunia Nyata

  • Uji Coba Lima Aroma Utama: Dalam prototipe awal yang dipublikasikan di jurnal Science Advances, sistem ini mampu mendukung lima aroma berbeda: kopi, bir, anggur merah, kue, dan jeruk.

  • Tingkat Akurasi: Dalam uji coba bersama 14 sukarelawan, responden berhasil mengidentifikasi dengan benar sekitar 73% dari aroma yang direplikasi.

  • Integrasi Wearable & Realitas Campuran: Peneliti juga merancang perangkat dalam bentuk gelang tangan, kalung, serta cangkir multisensori yang mengombinasikan aroma digital dengan cairan rasa dalam lingkungan mixed-reality.

3. Potensi Penerapan dalam Belanja Daring dan Kesehatan

  • Dunia Belanja & Komunikasi: Inovasi ini membuka peluang baru dalam pengalaman belanja e-commerce (seperti mencoba parfum atau mencium aroma makanan) serta interaksi media sosial yang lebih imersif.

  • Layanan Kesehatan Jarak Jauh: Teknologi digital olfactory ini juga berpotensi dimanfaatkan dalam terapi stimulasi sensori dan diagnosis medis jarak jauh.

Ringkasan Alur Kerja Sistem Scentronic

Tahapan Sistem Teknologi yang Digunakan Fungsi Utama
Deteksi (Detection) 6 Sensor Gas Hidung Elektronik (E-Nose)

Menganalisis senyawa kimia dari aroma target

Pengolahan (Processing) Algoritma Machine Learning / AI

Mengklasifikasi jenis bau & mengonversi ke data

Transmisi (Transmission) Jaringan Internet / Nirkabel

Mengirimkan kode data aroma ke perangkat tujuan

Replikasi (Recreation) Micro-vibrating Atomizers

Menyemprotkan cairan aroma berukuran mikro ke udara

Catatan Redaksi

Laporan berita sains dan teknologi ini dikompilasi berdasarkan publikasi ilmiah di jurnal Science Advances, ulasan teknis Varun Mirchandani per 22 Oktober 2026, serta laporan pendukung dari Shattered, Science Daily, dan TechXplore per 24 Oktober 2026 (Science Advances, 22 Oktober 2026; Shattered, 22 Oktober 2026; TechXplore, 23 Oktober 2026). (Asatunews-01)

Recent Articles

spot_img

Related Stories

Leave A Reply

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay on op - Ge the daily news in your inbox