Samsung Galaxy S26 Ultra resmi unjuk gigi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5 ‘for Galaxy’. Simak hasil benchmark lengkap dan performa gaming-nya di sini!
Ketika berbicara tentang jajaran ponsel premium berlabel “Ultra”, satu nama biasanya bersinar lebih terang berkat fleksibilitas fiturnya yang luar biasa—siapa lagi kalau bukan lini andalan Samsung. Varian terbaru mereka, Samsung Galaxy S26 Ultra, kini resmi mendorong batasan performa mobile lebih jauh berkat dukungan prosesor fabrikasi 3nm buatan Qualcomm berkinerja tertinggi di dunia saat ini, yaitu Snapdragon 8 Elite Gen 5 for Galaxy.
Namun, performa mentah di atas kertas hanyalah sebagian dari cerita. Untuk membuktikan seberapa besar lompatan generasi yang dibawa oleh GPU Adreno 840 berkecepatan 1.3 GHz milik S26 Ultra, dilakukan pengujian synthetic benchmark secara langsung untuk diadu head-to-head dengan sang kakak, Galaxy S25 Ultra. Pengujian dilakukan dengan memberi jeda waktu lima menit di setiap sesi agar kedua perangkat dapat mendinginkan suhu komponennya secara adil.
Hasil Komparasi Pengujian Synthetic Benchmark
Sebagai catatan, varian “for Galaxy” selalu mengusung kecepatan clock CPU dan GPU yang lebih tinggi dibanding versi reguler. Berikut adalah rangkuman performa kedua monster Android tersebut:
-
Geekbench 6 (CPU): Galaxy S26 Ultra terbang melesat meninggalkan Galaxy S25 Ultra, baik dalam pengujian skenario single-core maupun multi-core.
-
Geekbench AI (NPU): Di sektor kecerdasan buatan, Galaxy S26 Ultra mendominasi secara mutlak. Peningkatan besar pada performa NPU ini akan sangat membantu akselerasi pemrosesan fitur-fitur Galaxy AI langsung di dalam perangkat (on-device).
-
AnTuTu & PCMark: Pada aplikasi AnTuTu, S26 Ultra unggul telak dengan selisih skor yang sangat masif. Sementara pada PCMark Work 3.0 (uji manipulasi data, edit foto/video, dan berselancar web), S26 Ultra memimpin tipis atas pendahulunya.
Performa Gaming dan Uji Ketahanan Panas (Thermal Throttling)
Beralih ke performa grafis berat menggunakan aplikasi 3DMark, peta persaingan mulai menunjukkan dinamika yang menarik:
Pada uji 3DMark Wild Life Extreme, Galaxy S26 Ultra sukses mengalahkan S25 Ultra. Namun, kejutan terjadi saat menguji teknologi masa depan Ray Tracing (pantulan cahaya realistis) menggunakan 3DMark Solar Bay Extreme. S26 Ultra hanya mampu menang tipis dari S25 Ultra.
Lebih jauh lagi, saat dipaksa bekerja tanpa henti selama 20 menit dalam sesi Stress Test, Galaxy S26 Ultra berhasil mencatat performa puncak (High score) yang memukau di menit-menit awal. Sayangnya, untuk skor terendah di akhir sesi (Low score), S26 Ultra sedikit tertinggal di belakang S25 Ultra akibat mengalami thermal throttling (penurunan performa otomatis untuk meredam panas).
Hal ini terjadi karena kecepatan clock tinggi pada prosesor S26 Ultra memicu suhu panas lebih cepat, ditambah optimalisasi software untuk GPU Adreno 840 baru milik S26 Ultra tampaknya masih membutuhkan pembaruan (update) lanjutan dari pabrikan agar dapat melepaskan potensi penuhnya secara stabil. Meskipun demikian, pada pengujian grafis lain seperti Basemark GPU, S26 Ultra tetap menang mutlak dari segi total skor maupun raihan frame rate maksimal.
Analisis: Investasi Jangka Panjang untuk Pembuat Konten dan Hardcore Gamer
Lompatan teknologi yang dihadirkan oleh Samsung Galaxy S26 Ultra ini membawa dampak praktis yang krusial bagi konsumen di Indonesia:
1. Menjawab Kebutuhan Content Creator Lokal untuk Pemrosesan Video Berat
Pasar kreator konten di Indonesia (TikTok, Instagram Reels, dan YouTube Shorts) tumbuh sangat masif. Keunggulan tipis S26 Ultra di PCMark dan kemenangan telaknya di Geekbench multi-core menegaskan bahwa ponsel ini adalah mesin kerja (workhorse) terbaik untuk menyunting video resolusi tinggi langsung dari smartphone. Didukung oleh peningkatan drastis pada aspek Galaxy AI, proses otomatisasi seperti pengeditan foto berbasis AI, transkripsi suara instan, hingga penerjemahan bahasa akan berjalan jauh lebih mulus tanpa perlu bergantung pada koneksi internet yang sering kali tidak stabil di beberapa wilayah Indonesia.
2. Catatan Penting Bagi Komunitas Gamer Indonesia Terkait Gejala Panas
Bagi para pencinta gim kelas berat di tanah air yang gemar memainkan judul-judul populer menuntut grafis tinggi (seperti Genshin Impact, Honkai: Star Rail, atau Warzone Mobile), temuan stress test 3DMark di atas patut dijadikan pertimbangan. Mengingat Indonesia adalah negara tropis dengan suhu lingkungan yang cenderung hangat, kecenderungan Galaxy S26 Ultra untuk mengalami throttling lebih cepat saat menangani beban grafis ekstrem memerlukan perhatian. Disarankan bagi para gamer untuk bermain di ruangan ber-AC atau menggunakan aksesori kipas pendingin (cooler pad) eksternal demi mempertahankan frame rate tinggi yang stabil sebelum Samsung merilis pembaruan perangkat lunak untuk mengoptimalkan manajemen suhunya.
3. Kesimpulan: Apakah Pemilik S25 Ultra Perlu Ganti Unit?
Bagi konsumen di Indonesia yang saat ini sudah memiliki Galaxy S25 Ultra, peningkatan performa grafis pada S26 Ultra dirasa belum terlalu mendesak untuk membuat Anda terburu-buru melakukan upgrade. Galaxy S25 Ultra masih sangat bertenaga untuk melibas semua aplikasi modern. Namun, jika Anda adalah pengguna seri yang lebih lama (seperti Galaxy S23 Ultra ke bawah) atau pengguna baru yang mencari ponsel Android dengan efisiensi jangka panjang, kemampuan pemrosesan AI yang superior, dan jaminan kinerja chipset kustom terbaik di pasar saat ini, maka meminang Samsung Galaxy S26 Ultra adalah investasi teknologi yang sangat menjanjikan untuk beberapa tahun ke depan. Source

